Saturday, February 16, 2013

Hukum membaca bismillah sebelum takbiratul ihram dan sebelum surat pendek dalam shalat -Tanya jawab Ma'had 20 Mei 2010-

1011. Dari ibu Eka di Talun Sumberrejo: Ustadz, bagaimana hukumnya membaca basmalah sebelum takbiratul ihram dan setelah fatihah bila akan membaca surat pendek ?

Jawab:
Yang pertama, tidak ada dasarnya baca basmalah sebelum takbiratul ihram. Meskipun ada hadits yang secara umum:
كل امر ذي بال لا يبدأ ببسم الله فهو اقطع

"Setiap urusan yang tidak dimulai dengan bismillah maka tidak sah."

Tetapi hadits itu tidak bisa dijadikan dasar ini, dengan bukti Rasulullah SAW sendiri mau shalat tidak pernah baca bismillah dahulu, berdasarkan sabda beliau:
اذا قمت الى الصلاة فاسبغ الوضوء ثم استقبل القبلة فكبر

Kalau kamu mau menegakkan shalat, maka sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadap qiblat, lalu bertakbirlah. HR Bukhari dan Muslim.

Yang kedua, ucapkanlah bismillah sesudah baca al-fatihah sebelum membaca surat lain. Sebagaimana diriwayatkan oleh ibnu abbas ra.
ان رسول الله صلى الله عليه و سلم لا يعرف  فصل السورة حتى تنزل عليه بسم الله الرحمن الرحيم

Sesungguhnya Rasulullah SAW belum mengenal pembatas surat sehingga diturunkan "bismillahirrahmaanirrahiim". HR Abu Dawud dan Al-Hakim dengan sanad shahih.

Setelah diturunkan pembatas itu, setiap beralih dari satu surat ke surat lain, Rasulullah SAW selalu membaca bismillah.

Tetapi kalau di dalam shalat, bacaan bismillahnya itu perlahan-lahan. Dan ini dipraktikkan sampai sekarang di masjid Nabawi dan masjid-masjid lain di Madinah dan Makkah.

Wallahu A'lam.

Saturday, February 9, 2013

Doa yang mustajabah untuk anak -Tanya jawab Ma'had 20 Mei 2010-

1010. Dari ibu Siti di Soko Tuban: Ustadz, shalat dan doa apa yang mustajabah buat mendoakan anak supaya menjadi anak yang shalih/shalihah dan bisa sukses dalam mencapai cita-citanya ?

Jawab:
Berdoalah dengan doa ini yang disebutkan dalam surat Al-Furqan: 74
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a'yuniw waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa"
Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Kemudian ucapkanlah doa di dalam surat Al-Ahqaf: 15
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

"Rabbi awzi'nii an asykura ni'matakallatii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shaalihan tardhaahu wa ashlihlii fii dzurriyyatii innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin"
Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Kapan berdoanya supaya mustajabah itu, yaitu di tengah malam atau sepertiga malam yang terakhir bareng dengan shalat tahajjud, dan setelah setiap shalat fardhu. Doa itu dipanjatkan oleh orang tua khusus untuk anaknya, insya Allah akan menjadi anak shalih dan berikutnya sukses cita-citanya.

Wallahu A'lam

Urutan dzikir dan doa setelah shalat -Tanya jawab Ma'had 20 Mei 2010-

1009. Dari sdr Sahyana di Sukosewu: Ustadz, apakah ada contoh dari Rasulullah tentang urut-urutan dzikir dan doa setelah shalat ?

Jawab:
Urutan dzikir itu begini:
1. Kata sahabat Tsauban ra
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم اذا انصرف من صلاته استغفر الله ثلاثا وقال: "اللهم انت السلام ومنك السلام تباركت ياذا الجلال والاكرام

"Adalah Rasulullah SAW, apabila telah selesai dari shalat beliau beliau beristighfar 3x, dan beliau mengucapkan allahumma antassalaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalali wal ikraam." Dikeluarkan oleh Imam Muslim

2. Dan dari sahabat Mughirah bin Syu'bah ra
ان رسول الله صلى الله عليه وسلم كان اذا فرغ من الصلاة قال لا اله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير اللهم لا مانع لما اعطيت ولا معطي لما منعت ولا ينفع ذا الجد منك الجد

Apabila Rasulullah SAW selesai dari shalat, beliau mengucapkan: "Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Allahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jadd." Muttafaq 'Alaih (HR Bukhari Muslim)

3. Dan dari Abdullah bin Zubair
ان رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يهلل دبر كل صلاة حين يسلم بهؤلاء الكلمات لا اله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير لا حول ولا قوة الا بالله، لا إله إلا الله، ولا نعبد الا إياه، له النعمة وله الفضل وله الثناء الحسن، لا اله الا الله مخلصين له الدين ولو كره الكافرون"

Adalah beliau mengucapkan tahlil di belakang setiap shalat tatkala sudah salam: "Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir, laa haula walaa quwwata illaa billaah, laa ilaaha illallaah, wa laa na'budu illaa iyyaah, lahun-ni'matu wa lahul fadhlu wa lahuts-tsanaa-ul hasanu, laa ilaaha illallaahu mukhlishiina lahud-diin, walaw karihal kaafiruun." Diriwayatkan oleh Imam Muslim

Untuk tahlil bisa memilih di antara no#2 dan no#3

4. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda
من سبح الله في دبر كل صلاة ثلاثا وثلاثين وكبر الله ثلاثا وثلاثين وحمد الله ثلاثا وثلاثين وقال تمام المائة لا اله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير غفرت خطاياه وان كانت مثل زبد البحر

Barang siapa bertasbih setelah selesai shalat 33x dan bertakbir 33x dan bertahmid 33x dan berkata untuk menyempurnakan 100: "laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir", diberi ampunan segala kesalahannya meskipun kesalahan-kesalahan itu seperti buih lautan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim

di riwayat lain disebutkan urutan tasbih, tahmid dan takbir boleh tidak berurutan, tetapi kita sudah biasa melakukan urutannya tasbih, tahmid dan takbir.

5. Dari 'Uqbah bin Amir ra
امرني رسول الله صلى الله عليه وسلم ان اقرا بالمعوذتين دبر كل صلاة

"Rasulullah SAW memerintahkan setelah shalat untuk membaca An-Naas,Al-Falaq dan Al-Ikhlas." HR Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Hibban

Dalam hadits shahih lain disebutkan untuk membaca An-Naas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas masing-masing satu kali setiap selesai shalat, kecuali shalat maghrib dan shalat shubuh/fajr dibaca masing-masing tiga kali.

6. Dari Mu'adz bin Jabal:
أن النبي صلى الله عليه وسلم ، أخذ بيده وقال : يامعاذ والله إني لأحبك ثم أوصيك يا معاذ : لا تدعن في دبر كل صلاة تقول : اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Rasulullah SAW memegang tangannya sambil bersabda: hai Mu'adz, aku cinta kamu, kemudian berwasiat: hai Mu'adz, setelah selesai shalat jangan meninggalkan membaca: "Allahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatika"

Dan seterusnya doa-doa yang lain bisa dibaca sehabis shalat maktubah (5 waktu) itu, sebab sehabis shalat maktubah termasuk waktu yang disebut waktu mustajabah. Dan berdoalah sendiri-sendiri, karena orang perlunya sendiri-sendiri.

Wallahu A'lam

Sahkah shalat wanita yang terlihat kakinya ? -Tanya jawab Ma'had 20 Mei 2010-

1008. Dari bpk Taslim di Pacing: Ustadz, saya pernah lihat wanita shalat tetapi kakinya kelihatan, apakah sah shalatnya ?

Jawab:
Bahwa sesungguhnya tidak sah shalat wanita tadi menurut jumhur ulama karena dia tidak menutup kedua tumit/kakinya. Sebab yang boleh terlihat dalam shalatnya wanita menurut Qur'an dan hadits, yaitu wajah dan kedua telapak tangan. Bahkan telapak tangannya tidak boleh menggunakan kaos tangan.

Kecuali Imam Abu Hanifah, yang mengatakan tidak apa-apa, karena menurut Imam Abu Hanifah telapak kaki sampai mata kaki itu bukan aurat wanita.

Wallahu A'lam

Tentang korupsi -Tanya jawab Ma'had 20 Mei 2010-

1007. Dari sdr Abdul Razak di Desa Kanor: Ustadz, Bagaimana pendapat ustadz tentang banyaknya korupsi di negara ini ?

Jawab:
Tidak usah bingung di dalam memikirkan keadaan negeri yang sekarang ini. Biarkan yang korupsi, yang mencuri uang negara, biarkan nanti kualat sendiri karena di sini keadilan belum tegak dengan sebenar-benarnya. Berdasarkan Firman Allah SWT di Surat Qashash:50
فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

"Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

Orang yang korupsi itu bukan karena kepintaran atau kebodohannya, tapi lebih karena mengikuti hawa nafsunya.

Nabi SAW bersabda:
ثلاث مهلكات وثلاث منجيات وثلاث كفارات وثلاث درجات فأما المهلكات فشح مطاع وهوى متبع وإعجاب المرء بنفسه وأما المنجيات فالعدل في الغضب والرضى والقصد في الفقر والغنى وخشية الله في السر والعلانية وأما الكفارات فانتظار الصلاة بعد الصلاة وإسباغ الوضوء في السبرات ونقل الأقدام إلى الجماعات وأما الدرجات فإطعام الطعام وإفشاء السلام وصلاة بالليل والناس نيام

"Ada tiga perkara yang membuat kerusakan, dan ada tiga perkara yang bisa membuat selamat, dan ada tiga perkara yang bisa menghapus dosa, dan ada tiga perkara yang bisa menaikkan derajat seseorang. Tiga perkara yang membuat kerusakan itu pelit yang terus dituruti, mengikuti hawa nafsu, dan bangga akan diri sendiri. Ada pun yang menyelamatkan yaitu menegakkan keadilan dalam keadaan marah maupun ridha, hidup hemat meskipun kaya, dan takut kepada Allah saat dia sendiri di tempat sunyi mau pun di tempat orang banyak. Ada pun yang menghapus dosa yaitu menunggu shalat setelah shalat, melakukan wudhu setelah mengeluarkan angin, dan berjalan kaki menuju jama'ah. Ada pun yang menaikkan derajat yaitu memberi makan, mengucapkan salam, dan shalat di malam hari ketika orang lain tidur."

Wallahu A'lam

Hukum shalawatan diba dan mahalul qiyam -Tanya jawab Ma'had 19 Mei 2010-

1006. Dari Putri Balqis di Ngampal Sumberrejo: Ustadz, bagaimana hukumnya orang shalawatan diba dan mahalul qiyam ?

Jawab:
Disyari'atkannya membaca shalawat pada Nabi SAW adalah dengan dasar Al-Qur'an Al-Karim di Surat Al-Ahzab:56
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Adapun melaksanakan dibaan secara kelompok, ramai-ramai selamatan dan berdiri di mahalul qiyam seperti yang biasa dilakukan orang umum itu, maka itu adalah hal baru yang merupakan bid'ah dan menyalahi Al-Qur'an. Itu semuanya tidak ada dalam Al-Qur'an maupun dalam sunnah shahihah.

Wallahu A'lam

Apa yang dimaksud Wihdatul Wujud? -Tanya jawab Ma'had 19 Mei 2010-

1005. Dari sdr Sis di Trucuk Bojonegoro: Ustadz, apa yang dimaksud wihdatul wujud ?

Jawab:
Orang-orang yang menyatakan wihdatul wujud itu mereka berselisih dalam bentuknya menjadi dua kelompok/golongan:
1. Allah itu sebagai Ruh, dan kelompok ini mengatakan alam semesta ini sebagai raga (jisman) dari Ruh itu. Maka Allah itu adalah segala sesuatu, dia sendiri bisa disebut Allah, tiang ini bisa disebut Allah, gunung bisa disebut Allah, lautan juga bisa disebut Allah, apa saja bisa disebut Allah. Karena itu ada orang jawa yang menyebut manunggaling kawula gusti.
2. Dan kelompok berikutnya berpandangan semua yang wujud ini tidak ada hakikat wujudnya kecuali selain wujudnya Allah. Segala sesuatu itu adalah Allah.

Penjelasan ini diambil Awarif Al-Ma'arif jilid 2 halaman 7. Dan bisa saya sisipkan juga, pertanyaan anda kemarin tentang ma'rifat dilihat dalam kitab ini juga lebih jelas. Juga bisa dilihat di karangan Al-Raghib Al-Asfahani Gharibul Qur'an halaman 334 dan 335 tentang ma'rifat yang kemarin ditanyakan.

Wallahu A'lam