Showing posts with label Komplek Masjid Taqwa. Show all posts
Showing posts with label Komplek Masjid Taqwa. Show all posts

Tuesday, March 18, 2014

Makan minum barang haram tidak diterima ibadah selama 40 hari? Hukum perayaan milad 1 abad -Tanya jawab Ma'had 14 Juni 2010-

1095. Dari Bpk M Adnan di Garas Brambang, Kedung Adem: 1. Ustadz, benarkah orang yang makan atau minum barang haram ibadahnya tidak diterima selama 40 hari ? 2. Perayaan milad 1 abad itu bid’ah apa tidak ? 3. Apakah kita berpedoman pada Ijma’ dan Qiyas, orang yang berpedoman pada ini bisa disebut Ahlus Sunnah wal Jama’ah ?

Jawab:
1. Telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW:
إن الله تعالى طيب لا يقبل إلا طيبا ، وإن الله تعالى أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين ، فقال : ياأيها الرسل كلوا من الطيبات واعملوا صالحا ( المؤمنون : 51 ) ، وقال تعالى : ياأيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم ( البقرة : 172 ) ، ثم ذكر الرجل يطيل السفر : أشعث أغبر ، يمد يديه إلى السماء : يا رب يا رب ، ومطعمه حرام ، ومشربه حرام ، وملبسه حرام ، وغذي بالحرام ، فأنى يستجاب لذلك

Sesungguhnya Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Baik, Allah tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada semua kaum mukminin dengan apa yang Allah perintahkan kepada para Rasul. Maka firman Allah: Hai para Rasul, makanlah dari makanan-makanan yang halal dan laksanakanlah amal shalih. Dan Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa saja yang baik(halal) dari rizki yang kami berikan kepadamu. Kemudian Rasulullah SAW menceritakan seorang lelaki, yang dia banyak berkelana sampai kusut dia mengangkat kedua tangannya ke atas sambil memanggil “Wahai Tuhan, wahai Tuhan, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diliputi dengan yang haram, begitu koq minta dikabulkan. HR Muslim.

Jadi kalau makanan, minuman, dan pakaiannya haram, doanya tidak dikabulkan oleh Allah SWT. Kalau ibadah itu sesuai dengan syarat-syarat itu diterima atau tidak terserah Allah SWT. Yang jelas yang diterima itu doanya, dan tidak hanya 40 hari, selamanya asal dia belum menghentikan makan, minum, dan pakaian yang haram.

2. Perayaan milad 1 abad itu adalah urusan dunia, tidak ada halangan untuk merayakannya karena hal itu tidaklah termasuk bid’ah. Tentunya kalau tidak dibarengi acara-acara yang dilarang oleh agama.

3. Siapa saja yang berpegang pada Ijma’ dan Qiyas tapi meninggalkan kitab Allah dan sunnah yang shahih, dia tidak termasuk Ahlus Sunnah wal Jama’ah, sebab yang baku adanya Ijma’ dan Qiyas itu dasarnya dari Al-Qur’an dan Sunnah.

Wallahu A’lam.

Adakah hukum karma di Islam dan apakah bencana disebut adzab dunia ? -Tanya jawab Ma'had 14 Juni 2010-

1093. Dari mBah Sumantri di Popoan Rengel: Ustadz, apa ada ajaran islam menyebutkan hukum karma di dunia ? Apakah bencana itu yang disebut adzab di dunia ?

Jawab:
1. Hukum karma itu sama sekali tidak dari agama islam, barangkali adanya hukum karma itu dari agama Hindu atau agama Budha. Dalam islam harus dibuang jangan ada kepercayaan hukum karma.

2. Adapun musibah-musibah di dunia, bencana-bencana, penyakit yang bermacam-macam, oleh Al-Qur’an disebut siksaan yang ringan, itu namanya siksaan/adzab di dunia, sebagaimana firman Allah SWT di Surat As-Sajdah ayat 21:
وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).

Wallahu A’lam.

Berdosakah apabila sudah berusaha mencegah bid'ah tapi tidak berhasil dan hukum adzan oleh anak kecil -Tanya jawab Ma'had 14 Juni 2010-

1092. Dari Pak Imam di Rengel: 1. Ustadz, sebagai ketua takmir masjid, saya sudah berusaha mengingatkan kegiatan-kegiatan di masjid yang mengandung bid’ah jangan diamalkan, tetapi tidak dihiraukan. Apakah ketua takmir masih menanggung dosa amalan itu ? Sebaiknya bagaimana ? 2. Bagaimana dengan adzannya anak kecil di masjid yang masih belum fasih ?

Jawab:
1. Janganlah pak Imam bosan mengingatkan mereka yang selalu melakukan bid’ah itu, ingat firman Allah SWT di Surat Adz-Dzariyat ayat 55:
وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

Apabila pak Imam sudah melaksanakan itu (mengingatkan terus) maka pak Imam sudah tidak punya tanggungan apa-apa dan pak Imam sudah tidak berdosa, berdasarkan firman Allah SWT di Surat An-Nur ayat 54:
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُم مَّا حُمِّلْتُمْ وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Katakanlah: "Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang".

Dan juga firman Allah SWT di Surat An-Najm ayat 38:
أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ

(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

2. Adapun adzannya anak kecil yang belum fasih adzannya, maka adzannya tidak sah apabila dia merubah makna kalimat-kalimat adzan, dan ini juga berlaku bagi orang dewasa juga.

Wallahu A’lam.

Monday, March 17, 2014

Ketemu keluarga di alam barzah? Apakah dasar bumi termasuk alam barzah? -Tanya jawab Ma'had 10 Juni 2010-

1079. Dari Bpk H. Muhammad Marjan di Kepoh Baru: Ustadz, mohon penjelasan bahwa ruh manusia yang sudah mati berada di alam barzah. Yang saya tanyakan: 1. Apakah keluarga bisa ketemua di sana dan apakah benar dalam bulan Ramadhan tidak disiksa lalu pulang ke keluarganya, 2. Bagaimana pengertian bagi ruh yang jahat, dilemparkan ke dasar bumi yang paling bawah, lalu di mana tempatnya apakah itu juga masih di alam barzah ? 3. Bagaimana surat Al-A’raf ayat 40 ?

Jawab:
1. Ketemunya orang-orang mukmin dengan keluarganya, anak-anaknya, cucu-cucunya yang sama imannya adalah di akhirat nanti di surga, bukan di alam barzah. Seperti disebutkan dalam surat Ath-Thur ayat 21:
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

Dan pendapat dan ucapan yang mengatakan bahwa siksaan qubur tidak dilaksanakan untuk orang kafir maupun orang mukmin yang banyak bermaksiat kalau hari Jum’at dan bulan Ramadhan, itu adalah bathil dan tidak benar, seperti yang diceritakan oleh Shaikh Ali Al-Qari di dalam kitab Syarhul Fiqhil Akbar halaman 91. Itu disebutkan juga di dalam Ahkamul Janaiz halaman 210.

Demikian juga pulangnnya ruh mayit dan mengelilingi tempat meninggalnya di rumahnya itu juga termasuk hal yang batal yang tidak ada di dalam agama.

2. Betul, dilemparkan ke dasar bumi itu masih termasuk alam barzah. Seperti disebutkan Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya, hadits nomer 7047 dari haditsnya Samurah bin Jundub ra. Jadi seperti cerita Qarun yang ditelan bumi, itu juga masih di alam barzah.

3. Adapun Firman Allah dalam Surat Al-A’raf ayat 40, yaitu menjelaskan tempat kembalinya orang-orang yang dhalim, yang dilanjutkan di ayat 41 sebagai berikut:
إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ . لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِن فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,

Wallahu A’lam.

Penjelasan seputar Al-Hikam -Tanya jawab Ma'had 10 Juni 2010-

1078. Dari Pak Basit Ridha di Kalirejo, Bojonegoro: Ustadz, mohon dijelaskan tentang seputar Al-hikam, karena saya sering mengikuti pengajian Al-hikam di radio dan mengalami kesulitan di dalam memahaminya.

Jawab:
Saya sendiri mengaji hikam sudah tahun 1954, sampai sekarang sudah berapa tahun dan tidak pernah saya baca lagi, jadi sudah agak lupa. Tapi saya menyarankan kepada Anda, tambah kecerdasan otak Anda, tambah kesungguhan dan kemauan Anda dalam mempelajarinya, dan ketelatenan Anda untuk belajar, dan minta bimbingan pada ustadz, kalau tadi pengajiannya mendengarkan radio, suatu ketika datang saja untuk menemui ustadznya tadi, mana yang belum paham ditanyakan, dan membutuhkan waktu secukupnya untuk bisa dikaji secara total.

Tetapi, aku mengingatkan kepada Anda jangan sampai lupa beserta belajar Hikam tadi, mempelajari kitab Allah dan hadits-hadits Nabi SAW dan ucapan-ucapan para sahabat ra.

Kata Ibnu Qayim dalam qasidah nuniyahnya, yang dinamakan ilmu yang sebenarnya itu adalah Firman Allah (Al-Qur’anul Karim), sabda Nabi SAW, kemudian ucapan-ucapan para sahabat yang diambil dari kitabullah dan sunnah rasul.

Dan jangan lupa juga berdo’a supaya mendapat tambahan ilmu:
رب زدني علما ، ولا تزغ قلبي بعد إذ هديتني ، وهب لي من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
Rabbi zidnii ‘ilman walaa tuzigh qalbii ba’da idz hadaitanii wa hab lii min ladunka rahmah innaka antal wahhaab

Doa ini dianjurkan Nabi SAW setiap kita bangun malam, mau shalat malam.

Wallahu A’lam.

Hukum memasang gigi palsu -Tanya jawab 10 Juni 2010-

1077. Dari Bu Imam di Rengel, Tuban: Ustadz, bagaimana hukumnya orang islam memasang gigi palsu ? Boleh atau tidak ? Mohon penjelasan.

Jawab:
Sudah berulang kali hal ini dibahas. Ringkasnya bahwa pasang gigi buatan itu tidak ada larangan, apalagi kalau hal itu untuk menjaga kesehatan. Karena kalau tidak punya gigi, ompong semua tidak bisa makan sampai lembut, padahal perintah Nabi SAW kalau makan harus sampai lembut supaya tidak mudah terkena penyakit. Dan juga supaya bisa fasih membaca Al-Qur’an, karena kalau tidak punya gigi membaca Al-Qur’annya tidak bisa pas dan fasih.

Wallahu A’lam.

Kapan berdirinya Muhammadiyah? Apa hukum onani ? -Tanya jawab Ma'had 10 Juni 2010-

1076. Dari Pak Umam di Beton, Kedung Adem: Ustadz, persyarikatan Muhammadiyah berdiri pada tahun berapa ? dan apa hukumnya onani, mohon penjelasan.

Jawab:
Ada pun persyarikatan Muhammadiyah didirikan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330H yang bersesuaian dengan tanggal 18 November 1912M.

Untuk pertanyaan kedua, onani itu sebutannya zina dengan tangan, dan itu terlarang berdasarkan firman Allah SWT di Surat Al-Mu’minun ayat 5-7 dan Al-Ma’arij ayat 29-31:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ . إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ . فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Ini saya baca di tafsir Ibnu Katsir. Jadi onani itu sebaiknya jangan dilakukan karena itu termasuk perbuatan yang melampaui batas.

Wallahu A’lam.

Tata cara memikul jenazah dan bolehkah dipayungi ? -Tanya jawab Ma'had 10 Juni 2010-

1075. Dari Pak Da di Penganten, Balen: Ustadz, bagaimana cara memikul mayat, kepalanya atau kakinya yang didahulukan, dan bolehkah pakai payung ?

Jawab:
Tidak ada ketentuan di dalam membawa jenazah itu apakah kepalanya di depan atau kepalanya di belakang, yang penting tatkala memasukkan jenazah itu ke dalam qubur, harus dari bawah kuburan (kalau di Indonesia dari selatan, bukan dari utara), diturunkan sedikit-sedikit dari arah kepalanya. Yang demikian itu menurut aturan Sunnah Nabi seperti yang dikeluarkan oleh Imam Abu Syaibah dan Al-Baihaqi dan Imam Syafi’i dari Ibnu Abbas ra.

Adapun tentang payung, yang lebih sesuai untuk yang masih hidup, mengantar jenazah waktu hujan atau kepanasan pakailah payung.

Wallahu A’lam.

Hukum meng-qadha shalat apabila ketiduran selama 3 hari? -Tanya jawab Ma'had 10 Juni 2010-

1074. Dari Sahjana Ilham di Sukosewu, Bojonegoro: Ustadz, jika ada seorang muslim yang ketiduran selama 3 hari, apakah ketika ia bangun harus meng-qadha shalatnya yang 3 hari itu atau cukup memulai shalat yang ia jumpai pada saat ia bangun ?

Jawab:
Perhatikan apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik ra berkata:
قال نبي الله صلى الله عليه و سلم من نسي صلاة او نام عنها فكفارتها ان يصليها اذا ذكرها

Sabda Nabi SAW: Barang siapa lupa pada suatu shalat atau dia tertidur daripada shalat itu, maka kafarahnya yaitu dia harus melakukan shalat tatkala dia ingat.

Berikutnya, dari dari Abi Qatadah ra berkata:
ذكروا للنبي صلى الله عليه وسلم نومهم عن الصلاة فقال إنه ليس في النوم تفريط إنما التفريط في اليقظة فإذا نسي أحدكم صلاة أو نام عنها فليصلها إذا ذكرها

Para sahabat menuturkan kepada Nabi SAW bahwa mereka tertidur dari shalat, maka beliau bersabda: Sesungguhnya tiadalah di dalam tidur itu kelengahan. Sesungguhnya lengah itu hanya pada saat orang bangun. Maka apabila lupa seseorang di antara kamu, atau dia tertidur atas shalat-shalat itu, maka hendaknya ia melaksanakan shalat-shalat tadi tatkala dia ingat. HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah.

Dari 2 hadits tadi maka nyatalah bahwa yang wajib bagi orang yang tidak shalat beberapa shalat karena tertidur, maka setelah bangun begitu ingat belum shalat maka harus melaksanakan shalat semuanya. Jadi misalnya 3 hari dia tertidur, maka dia harus melaksanakan semua shalat dalam 3 hari ia tertidur tadi.

Wallahu A'lam.

Saturday, March 15, 2014

Karakter manusia di akhir zaman -Tanya jawab Ma'had 9 Juni 2010-

1073. Dari Regan di Penganten, Balen: Ustadz, bagaimana karakter dan model manusia di akhir zaman ?

Jawab:
Tanda-tanda hari kiamat sudah dekat, seperti yang terdapat di hadits-hadits yang berikut ini:

1. Sabda Nabi SAW:
Di zaman akhir itu banyak fitnah, orang yang tidur di dalam banyak fitnah itu lebih baik daripada orang yang bangun, dan orang yang bangun lebih baik daripada orang yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan, barang siapa yang mendapat tempat perlindungan maka hendaklah dia berlindung. HR Muslim dari Abu Hurairah ra
Tegasnya zaman akhir itu banyak fitnah.

2. Imam Ahmad, Imam Bukhari Muslim, dan Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dari sahabat Anas ra, beliau berkata: Sungguh aku akan menceritakan satu hadits kepadamu, tidak ada yang bisa menceritakan hadits ini seorang pun sesudah aku. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: termasuk tanda-tanda zaman akhir Ilmu menjadi makin sedikit, dan yang timbul adalah kebodohan, dan muncul banyak perbuatan zina, dan banyak sekali wanita di zaman akhir, laki-lakinya sedikit, besok terjadi 50 orang wanita itu untuk 1 orang laki-laki.

Yang dimaksud ilmu menurut Imam Ibnu Qayyim adalah Al-Quran, sabda Nabi SAW dan ucapan-ucapan para sahabat.

3. Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dari sahabat Anas ra: Termasuk tanda-tandanya dekat dengan kiamat itu banyak perbuatan keji, dan banyak ucapan keji, dan orang suka memutuskan hubungan silaturrahim, banyak orang yang menghianati orang yang bisa dipercaya, dan mempercayai orang-orang yang suka khianat. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan juga oleh Imam Ahmad dari Ibnu Umar ra.

4. Diriwayatkan oleh Imam An-Nasai dari Sahabat Anas: Termasuk tanda-tanda kiamat, orang membanggakan kemegahan bangunan masjid.

5. Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dari Sahabat Ibnu Mas’ud ra: Termasuk tanda-tandar kiatam, ada orang lewat di masjid, tidak mau shalat tahiyyatal masjid, orang yang memberi salam hanya kepada orang yang kenal saja.

Dan masih banyak lagi.

Wallahu A’lam.

Apa maksud mencintai seseorang karena Allah -Tanya jawab Ma'had 9 Juni 2010-

1072. Dari Ofa di Sarangan, Kanor: Ustadz, apa yang dimaksud dengan mencintai seseorang karena Allah, terima kasih atas penjelasannya.

Jawab:
Perhatikan kata Imam Sofyan At-Turi ini:
Apabila sampai berita kepadamu, tentang seorang apakah itu dari timur atau barat, bahwa orang itu ahli sunnah, maka kirimlah salam kepadanya, doakan orang itu supaya bisa mengikuti sunnah yang didapatkan tadi. Karena ahli sunnah di dalam umat ini sangat sedikit. Termasuk hak dari saudaramu, hendaklah kamu mencintainya karena Allah. Dan cinta karena Allah dan semata-mata karena Allah itu termasuk sekokoh-kokoh ikatan iman.

Imam Abu Daud meriwayatkan dari haditsnya sahabat Abi Umamah dengan sanad yang shahih, bahwa sesungguhnya Nabi SAW bersabda:
Barang siapa yang cinta karena Allah, bukan karena satu kelompoknya, juga tidak karena satu guru, tidak juga karena sejalan dengan dia, juga tidak karena satu bendera, dan juga bukan karena kedudukan orang itu, dan bukan orang yang punya kekayaan besar dalam urusan dunia. Barang siapa yang mencintai seseorang karena Allah dan membenci seseorang karena Allah, tidak karena pertalian apa pun, maka orang yang seperti itulah sudah menjadikan sempurna imannya.

Wallahu A’lam.

Arti Baaqiyatush Shaalihaat dan makna tasbih, tahmid dan takbir yang mudah dipahami -Tanya jawab Ma'had 9 Juni 2010-

1071. Dari Bpk H.M. Marjan di Kepoh Baru, Bojonegoro:  1. Apa maksud Al-baaqiyaatush shaalihatu dari surat Al-Kahfi ayat 46 yang mengandung lima kalimat suci, 2. Apa makna yang tersirat dalam bacaan tasbih, tahmid dan takbir dengan contoh konkrit agar mudah dipahami orang awam, misalnya Allah maha suci itu bagaimana, seperti apa ? agar orang yang berdzikir bisa menghayati tidak hanya ucapan lisan dan cepet-cepetan.

Jawab:
Mudah-mudahan Allah membimbing Anda dan kami semua untuk mengikuti sunnah Nabi SAW.

1. Sedang yang dikehendaki dari Al-baaqiyaatush shaalihaat di surat Kahfi 46 itu, sesuatu yang langgeng pahalanya untuk manusia dari berbagai amalan baik. Dan telah ditafsirkan baaqiyaatush shaalihaat itu dengan Shalat yang lima kali sehari itu. Dan menurut satu pendapat seperti yang Anda kemukakan tadi, berisi lima kalimat “Subhaanallaah, wal hamdulillaah, walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaah”, menurut Ibnu Abbas ra juga masuk dalam baaqiyaatush shaalihaat. Sedang yang shahih, yang dinamakan baaqiyatush shaalihaat ialah segala ibadah yang tujuan ibadah itu untuk mendapat keridhaan Allah SWT. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT di Surat Hud ayat 85:
بَقِيَّتُ اللَّهِ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ وَمَا أَنَا عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ


Jadi tegasnya apa saja ibadah yang bertujuan untuk mendapat ridha Allah dengan tulus ikhlas itu namanya al-baaqiyatush shaalihaat, termasuk shalat lima waktu, termasuk tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan laa haula wala quwwata illa billah tadi.

2. Makna tasbih berdasarkan hadits berikut, dari Thalhah bin Ubaidillah ra berkata:
سألت رسول الله صلى الله عليه و سلم عن تفسير سبحان الله فقال تنزيه الله عن كل سوء


Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang “subhaanallah”, maka beliau bersabda: mensucikan Allah dari segala yang jelek. HR Al-Baihaqi dalam Asma' was Shifat jilid 1 halaman 76.

Kalau kita baca salah satu doa iftitah yang panjang (wajjahtu) itu di dalamnya ada rentetan kalimat yang merupakan tasbih memaha sucikan Allah SWT. , alhasil yang jelek-jelek tidak disandarkan kepada Allah SWT berdasarkan penjelasan Nabi itu tadi. Sedang tasbih itu dijadikan berlaku umum dalam segala ibadah, berupa ucapan, perbuatan atau berupa niatan di dalam hati, semuanya bisa dihubungkan dengan mensucikan Allah dari segala hal yang tidak patut itu tadi. Itu tadi makna tasbih menurut Al-Asfahani dalam Al-Mufradat fi Gharibil Qur’an halaman 220.

Sedangkan makna tahmid, yaitu memuji kepada Allah dengan anugrah yang diberikan oleh Allah. Anugrah Allah kepada makhluknya itu luar biasa banyaknya sehingga kita kenal:
وإن تعدوا نعمة الله لا تُحصوها

Apabila kamu menghitung nikmat Allah itu, tidak mampu kamu menghitungnya.

Memuji Allah dengan cara syukur itulah namanya Alhamdulillah (tahmid).

Sedang takbir untuk mengagungkan Allah SWT dengan ucapan Allahu Akbar, yang maha besar hanya Allah, yang lain kecil semua tidak apa-apanya. Merasakan keagungan Allah dalam diri seseorang itu makna takbir. Kenapa bisa begitu ? Bisa kalau kita mau menalar apa saja yang diciptakan oleh Allah:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ . الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. QS Ali Imran: 190-191

Alhasil mengucapkan takbir itu, orangnya merasa sangat kecil dihadapan Allah SWT. Itulah sebabnya maka Allah memerintahkan dalam surat Al-Baqarah ayat 185:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Dan surat Al-Isra’ ayat 111:

وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا

dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.

Demikian, yang ditanyakan tentang tasbih, tahmid, dan tahlil.

Wallahu A’lam.

Bolehkah shalat tarawih berjama'ah dengan keluarga di rumah -Tanya jawab Ma'had 9 Juni 2010-

1070. Dari M Adnan: Ustadz, apakah boleh shalat tarawih berjama’ah dengan keluarga di rumah, karena imam shalat tarawih pelaku bid’ah ?

Jawab:
Dalam keadaan seperti itu diperbolehkan Anda shalat tarawih berjama’ah di rumah bersama keluarga dan sanak kerabat yang dekat, tetangga juga. Tapi jika Anda menghendaki shalat tarawih itu di masjid, disyarakan Anda tidak mengikuti bid’ah-bid’ah yang dikerjakan oleh Imam.

Contoh bid’ah, misalnya setiap salam kemudian membaca Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasuulullah  shallallaahu ‘alaihi wasallam dan seterusnya kemudian berdiri dan membaca Laa haula walaa quwwata illaa billaah. Kelihatannya baik, tetapi tidak ada tuntunannya sama sekali.

Wallahu A'lam.

Tuesday, March 11, 2014

Hukum membaca bismillah dalam menyembelih dalam jumlah banyak -Tanya jawab Ma'had 7 Juni 2010-

1065. Dari Pak Dah di Penganten, Bojonegoro: Ustadz, saya mau menyembelih ayam, tentu saja membaca basmalah. Bagaimana kalau ayamnya banyak, apakah tiap ayam membaca basmalah atau sekali basmalah untuk semua ayam ?

Jawab:
Ketahuilah pak Dah, bahwa sebagian ulama berpendapat, bahwa sesungguhnya tasmiyah (membaca bismillah waktu menyembelih itu) hukumnya sunat bagi orang yang sudah beragama islam. Dari antara ulama yang berpendapat begitu dari lingkungan sahabat yaitu Ibnu Abbas ra., dari antara madzhab yaitu madzhab Malik rahimahullah dan satu riwayat dari Imam Ahmad. Mereka memakai dalil dari firman Allah SWT di surat Al-Maidah ayat 3:
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.

Tetapi menurut dhahirnya Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW, menyebutkan kewajiban membaca bismillah waktu menyembelih, dan ini dianut oleh sebagian besar ulama. Dasarnya dalam firman Allah SWT:
ولا تأكلوا مما لم يذكر اسم الله عليه وإنه لفسق

Dan janganlah kamu makan dari apa yang disembelih tidak menyebutkan nama Allah.

Maka tidak halal sembelihannya tatkala tasmiyah itu ditinggalkan dengan sengaja, tetapi kalau lupa tidak apa-apa karena orangnya sudah muslim.

Silahkan, ada dua jalur yang bisa Anda pilih, kalau menurut yang pertama tadi, bismillah itu sunah saja walaupun bismillah satu kali untuk semua ayam maka sudah cukup, tapi kalau mengikuti yang kedua waktu menyembelih setiap ayam harus membaca bismillah.

Wallahu A’lam.

Mengapa Nabi SAW tidak meminta kekayaan atau kekebalan dan mengapa beliau tidak pernah cekcok dalam rumah tangganya ? -Tanya jawab Ma'had 7 Juni 2010-

1064. Dari Mbah Sumantri di Popohan Rengel, Tuban:
Ustadz, betulkah tidak ada rahasia di hati Rasulullah SAW yang mulia ini:
1. Dilahirkan ke dunia dalam keadaan anak yatim dan miskin, sampai menerima wahyu sampai menjadi pemimpin dunia dengan keadaan buta huruf.
2. Apa sebabnya Rasulullah SAW yang mulia tidak pernah minta kaya kepada Allah dan diwaktu perang tidak pernah minta kebal badannya ? Mengapa pemimpin sekarang tidak ada yang meniru, malah minta kebal hukum.
3. Istri beliau lebih dari satu, tetapi tidak pernah terdengar di hadits beliau cekcok rumah tangganya ? Mengapa umatnya istri satu saja sering cekcok.

Jawab:
1. Pernyataan Mbah Sumantri tadi, betul tidak ada rahasia tentang Nabi itu sebagai anak yatim, bahkan diumumkan oleh Allah SWT di dalam surat Adh-Dhuha ayat 6-8:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ . وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ . وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

Dan juga disebutkan dengan Firman Allah di surat Al-A’raf ayat 156-157:
وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُم بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ . الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami". (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

2. Nabi tidak pernah meminta untuk kaya, sesuai dengan firman Allah dalam surat Asy-Syura ayat 27:
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.

Juga Nabi tidak pernah meminta kebal, karena hidup mati itu di tangan Allah. Dan kalau seorang muslim itu meninggal dalam perjuangan, dia mendapat keutamaan sebagai syuhada. Karena itu malah para sahabat kalau tidak ikut perang menyesal, seandainya ikut perang dan mati syahid, jadi orang yang paling utama. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Ad-Dukhan ayat 7-8:
رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ . لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ

Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu.

Ini ada contoh konkrit yang ada hubungannya dengan abah saya. Dulu pada waktu pertempuran di surabaya (agresi militer belanda), malam hari diumumkan di radio yang waktu itu radio sekecamatan cuma ada satu di kecamatan saja, bahwa seorang kiai dijatuhin bom oleh pesawat terbangnya belanda sampai 8 bom, tapi tidak apa-apa. Begitu mendengar kiai Amin mau pulang, orang di sekitar daerah saya itu berdatangan di pondok tunggul sana, sampai ribuan orang. Begitu beliau datang, heran beliau kenapa koq banyak orang kumpul sebanyak ini. Setelah masuk rumah, ada duta dari orang-orang yang berkumpul itu, bahwa mereka berkumpul mau minta berkah kepada pak kiai sebab beliau dibom tidak mempan dan masih hidup. Beliau masuk ke dalam, tidak menghiraukan permintaan itu. Setelah beliau shalat Isya, makan, dan sebagainya, beliau keluar dan berpidato: saudara-saudara ini perlu memperbaharui iman, koq ada minta kedotan (kekebalan) apa dasarnya ? Karena sebenarnya tidak ada orang bisa kebal, mati dan hidup itu hanya di tangan Allah. Banyak orang yang menangis karena pidato itu dan akhirnya ribuan orang itu pulang kembali ke desa masing-masing. Ternyata ada 3-4 orang santri yang di samping mau minta kedotan, bilang pada pak kiai bahwa mereka pernah pergi ke Parakan untuk mencari kekebalan itu.  Santri-santri itu dimarahi sebelum beliau berangkat lagi ke Surabaya: “Akalmu di mana ? yang namanya bom dari atas dari besi dan sebesar itu , kalau kena pasti hancur siapa pun itu. Kalau sampai orangnya tidak apa-apa ya karena tidak tepat sasaran atas kehendak Allah” , kemudian disuruh ngusung pasir satu orang 25 karung untuk menguruk halaman masjid. Selain itu disuruh istighfar semalam suntuk tidak boleh berhenti, dan diawasi. Kalau mereka tidak istighfar akan ditambah lagi hukumannya. Begitu kerasnya beliau mengajarkan tentang iman.

Adanya sebagian besar mereka tidak mau meneladani kepada Rasulullah SAW karena mereka itu kurang memperdulikan kitab Allah dan sunnah Rasulullah SAW, dan mereka kurang mengenal Nabi dengan sebenar-benarnya.

3. Kalau Nabi SAW cekcok, umatnya akan jadi seperti apa. Karena itu Allah menyatakan dalam surat Al-Ahzab ayat 21:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Dan rumah tangga Nabi SAW banyak digambarkan dalam surat Al-Ahzab ini, bagaimana bentuk dan cara membangun keluarga yang kata orang sekarang keluarga sakinah, mawaddah wa rohmah.

Wallahu A’lam.

Saturday, March 8, 2014

Bolehkan membunuh nyamuk ? -Tanya jawab Ma'had 3 Juni 2010-

1055. Dari Yusron di Kepoh Baru: Ustadz, sekarang kan musim nyamuk. Kata ustadz saya semua makhluk hidup kan juga pengen merasakan surga dunia, nyamuk kan juga pengen hidup. Apabila nyamuk menghisap darah kita, apakah kita boleh membunuh nyamuk tersebut ?

Jawab:
Diperbolehkan Anda membunuh nyamuk dan yang sebangsanya dari hewan-hewan yang membawa bahaya kepada manusia. Karena itu Nabi SAW membolehkan membunuh tikus, gagak, dan lain-lain apa saja yang membahayakan manusia. Tapi kalau membunuh caranya yang baik, artinya jangan membunuh misalnya dengan cara dibakar dan disiksa.

Bayangkan kalau nyamuk tidak dibunuh demam berdarah dan malaria akan meraja lela.

Wallahu a’lam.

Sesudah bertaubat, kemudian melakukan kesalahan yang sama, apakah Allah akan memberi ampunan lagi ? -Tanya jawab Ma'had 3 Juni 2010-

1054. Dari Mira: Ustadz, saya punya mantan, dia sudah menjadi hamba uang, saya sudah berulang kali mencoba mengingatkan, dan itu yang menjadikan salah satu masalah kami putus. Aku ingin dia sadar, tapi aku tidak tahu bagaimana lagi caranya. Apakah orang yang telah berusaha bertaubat, tapi suatu ketika ia melakukan kesalahan yang sama, apakah Allah akan memberi pengampunannya lagi ?

Jawab:
Saudari Mira, Anda jangan merasa putus asa dari rahmat Allah.

Allah SWT berfirman dalam QS Yusuf 87:
وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir"

Jadi walaupun sudah berulang-ulang, tetapi ternyata belum berhasil, jangan putus asa sampai Anda berhasil yang lebih baik. Kemudian kalau sudah benar-benar tidak bisa kembali, anggaplah itu belum jodoh Anda.

Kemudian tentang orang yang bertaubat tadi, boleh untuk memperbaharui taubatnya supaya Allah menerima taubatnya. Asal mengulangnya tidak disengaja dan bertaubatnya dengan sungguh-sungguh (taubat Nasuha).  In sya Allah akan diterima taubatnya oleh Allah asal tidak disengaja untuk pelecehan.

Wallahu a’lam.

Hukum bantuan dari orang kristen untuk membangung TPQ -Tanya jawab Ma'had 3 Juni 2010-

1053. Dari Haji Fathur di Kanor: Maaf Ustadz, yang saya tanyakan kemarin mengenai bantuan dari orang Kristen untuk membangun TPQ, bagaimana hukumnya ?

Jawab:
Sikap Anda menolak bantuan Nasrani membangun TPQ itu lebih baik dan lebih utama dibanding menerimanya, karena jangan-jangan ada sesuatu di balik bantuan itu.

Firman Allah SWT di QS Al-Baqarah 120:
وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Wallahu A’lam.

Sah menyembelih ayam tetapi masih hidup ? -Tanya jawab Ma'had 3 Juni 2010-

1052. Dari pak Ahmad di Rengel, Tuban: Ustadz, sah atau tidak jika kita menyembelih ayam tetapi masih hidup terus disembelih lagi ?

Jawab:
Tidak sah hewan yang sudah disembelih, disembelih ulang. Sesudah hewan itu mati, periksa apakah sudah putus urat-urat yang syaratnya harus putus dalam menyembelih, kalau ternyata belum putus artinya itu sudah menjadi bangkai dan sembelihannya tidak sah. Kalau ternyata hewan itu tidak mati, biarkan sembuh dan bisa sembelih lagi setelah hewan itu sembuh betul.

Wallahu a’lam.

Bolehkah makmum kepada Imam yang melakukan bid'ah, percaya tahayul dan syirik ? -Tanya jawab Ma'had 3 Juni 2010-

1051. Dari pak Adnan di Garas Brambang: Ustadz, masjid di desa saya hanya satu, dan semua Imam di masjid itu melakukan bid’ah, percaya pada tahayul, syirik. Apakah saya ketika shalat Jum’at harus mencari yang imamnya tidak melakukan bid’ah, walaupun itu sangat jauh. Atau, apakah ada solusi yang lebih ringan ?

Jawab:
Firman Allah SWT di surat Hajj:78
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.

Karena itu, diperbolehkan bagi anda shalat jama’ah beserta keluarga dan kerabat di rumah anda. Shalat Jum’at termasuk di antaranya.

Tetapi yang lebih utama, anda berjalan ke salah satu masjid yang Anda anggap tidak ada bid’ahnya, meskipun masjid itu jauh. Ingat saja sabda Nabi SAW:
و بكل خطوة تمشي الى الصلاة صدقة 
Setiap langkah yang digunakan melangkah menuju shalat itu nilainya sama dengan shadaqah.

Dalam hadits riwayat muslim disebutkan, langkah yang pertama menghapus kesalahan, langkah yang kedua mengangkat derajat seseorang 1 derajat.

Wallahu a’lam.